My life so beautiful
Terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan...
Pernah gak kalian merasakannya? Pasti pernah donk, saya juga pernah.
Jadi ceritanya dari kecil saya terlahir dalam sebuah keluarga yang sederhana namun bahagia, saking bahagianya saya tidak pernah merasa kalau hidup ini keras....
Bisa dibilang apa yang saya inginkan selalu dipenuhi oleh orang tua saya yang notabene hanyalah seorang petani.
Dari kecil hingga beranjak dewasa saya mengikuti ritme hidup selayaknya orang biasa, mengecap dunia pendidikan dari SD karena saat itu di kampung kami hanya di mulai dari SD (TK dan paud blom ada saat itu) sampai akhirnya SD pun terlewati dengan waktu 6 tahun, masuk lagi SLTP terlewati 3 tahun dan masuk SMU terlewati juga dengan 3 tahun.tak terasa waktu sudah habis bersama mereka(orang tua) seperti kebanyakan orang selesai SMU maka tidak ada lagi pilihan untuk tetap tinggal, terlahir sebagai orang batak sudah mempunyai tradisi merantau jika tidak ingin di cap orang tidak mampu. Umur saya saat itu sudah 17 tahun atau sweet seventen kata orang-orang muda jaman sekarang.umur yang sangat manis-manisnya.hingga pada umur sekian saya juga mempunyai banyak cita-cita saya ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi saya ingin mendapatkan gelar sarjana.(kedengarannya keren gak tuh???)
Dan akhirnya singkat cerita saya pun pergi meninggalkan kampung meninggalkan orang tua dan meninggalkan semua kenangan 17 tahunku. Saya berangkat ke kota yaitu kota Medan dengan membawa harapan bisa melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Medan. Nah kalian bisa bayangkan dari sinilah saya mulai merasa bahwa apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan...lalu apa yang terjadi selanjutnya???.....(bersambung)
Terkadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan...
Pernah gak kalian merasakannya? Pasti pernah donk, saya juga pernah.
Jadi ceritanya dari kecil saya terlahir dalam sebuah keluarga yang sederhana namun bahagia, saking bahagianya saya tidak pernah merasa kalau hidup ini keras....
Bisa dibilang apa yang saya inginkan selalu dipenuhi oleh orang tua saya yang notabene hanyalah seorang petani.
Dari kecil hingga beranjak dewasa saya mengikuti ritme hidup selayaknya orang biasa, mengecap dunia pendidikan dari SD karena saat itu di kampung kami hanya di mulai dari SD (TK dan paud blom ada saat itu) sampai akhirnya SD pun terlewati dengan waktu 6 tahun, masuk lagi SLTP terlewati 3 tahun dan masuk SMU terlewati juga dengan 3 tahun.tak terasa waktu sudah habis bersama mereka(orang tua) seperti kebanyakan orang selesai SMU maka tidak ada lagi pilihan untuk tetap tinggal, terlahir sebagai orang batak sudah mempunyai tradisi merantau jika tidak ingin di cap orang tidak mampu. Umur saya saat itu sudah 17 tahun atau sweet seventen kata orang-orang muda jaman sekarang.umur yang sangat manis-manisnya.hingga pada umur sekian saya juga mempunyai banyak cita-cita saya ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi saya ingin mendapatkan gelar sarjana.(kedengarannya keren gak tuh???)
Dan akhirnya singkat cerita saya pun pergi meninggalkan kampung meninggalkan orang tua dan meninggalkan semua kenangan 17 tahunku. Saya berangkat ke kota yaitu kota Medan dengan membawa harapan bisa melanjutkan kuliah di salah satu universitas di Medan. Nah kalian bisa bayangkan dari sinilah saya mulai merasa bahwa apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan...lalu apa yang terjadi selanjutnya???.....(bersambung)
Komentar
Posting Komentar